Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Riau menyelenggarakan kuliah umum bertema “Konservasi Inklusif Mendorong Pembangunan Berkelanjutan” pada 10 Februari 2026 di lingkungan Fakultas Pertanian UNRI. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan akademik mahasiswa dan sivitas akademika terkait peran konservasi dalam mendukung pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Kuliah umum ini menghadirkan Dr. Ir. Rinekso Soekmadi, M.Sc. F.Trop., dosen dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, beliau menjelaskan prinsip-prinsip konservasi yang selaras dengan konsep keberlanjutan, seperti menjaga keseimbangan ekologi, menjamin keberlanjutan fungsi hutan, serta mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam pengelolaan sumber daya alam.
Dr. Rinekso juga menekankan pentingnya pendekatan konservasi inklusif, yaitu pendekatan yang tidak hanya berfokus pada perlindungan sumber daya alam, tetapi juga melibatkan masyarakat sebagai aktor utama. Menurutnya, keberhasilan konservasi sangat ditentukan oleh kolaborasi antara pemerintah, akademisi, masyarakat lokal, dan para pemangku kepentingan lainnya.
“Kawasan hutan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat di sekitarnya. Konservasi inklusif menjadi kunci agar tujuan ekologis dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Jurusan Kehutanan, Dr. Nurul Qomar, S.Hut., M.P., yang dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kuliah umum ini mampu menumbuhkan pola pikir kritis mahasiswa terhadap isu-isu kehutanan terkini, khususnya dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Ia juga menegaskan pentingnya peran generasi muda kehutanan dalam merumuskan solusi inovatif yang adaptif terhadap dinamika sosial dan lingkungan.
Kuliah umum dipandu oleh Arya Arismaya Metananda, S.Hut., M.Si. selaku moderator. Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif peserta, yang didominasi oleh mahasiswa. Berbagai pertanyaan yang diajukan mencakup implementasi konservasi berkelanjutan di lapangan, tantangan kebijakan, hingga peran akademisi dalam mendorong praktik kehutanan yang inklusif.

Melalui kegiatan ini, Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Riau berharap kuliah umum tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang dialog dan refleksi dalam memperkuat komitmen terhadap pengelolaan hutan yang lestari, inklusif, dan berkelanjutan di masa depan.